Novel Wigati


Novel Wigati Karya Khilma Anis


Setelah kemarin membaca buku best sellernya Ning Khilma Anis, Hati Suhita, tak puas rasanya jika belum membaca karya beliau sebelumnya. Salah satunya ialah novel dengan judul Wigati.
Novel wigati khilma anis



Kali ini sang penulis tetap mempertahankan ciri khas tulisannya. Berupa cerita wayang Jawa. Antara lain kisah tentang Hayam Wuruk, Dyah Pitaloka, Arjuna, Rajamala, Duryudana, Yudhistira dan kisah tentang keris-keris terdahulu beserta kegunaannya. Cerita tersebut disampaikan melalui dialog antar tokoh secara singkat dan padat, namun tetap berhasil menceritakan keseluruhan cerita sesungguhnya.

Ialah Wigati Dewayasa, seorang santri di pondok DARIS dengan sekelumit masa lalu yang pilu. Berasal dari keluarga yang kental akan budaya Jawa.

Wigati adalah perempuan yang tak banyak bicara, mistis, sehingga tak memiliki teman akrab di pesantren. Bahkan teman-teman di sekelilingnya pun keheranan melihat tingkah laku temannya itu, Wigati.

Hingga sampai pada suatu hari. Ketika Wigati disambangi (dikunjungi) oleh orang yang membawa sebilah keris. Keris itu bernama keris Nyai Cundrik Arum merupakan keris peninggalan kakeknya yang kelak akan mempertemukan Wigati kepada ayah kandungnya melalui bertemunya keris Kiai Rajamala dan keris Nyai Cundrik Arum.

Dari sinilah muara kesedihan Wigati bermula. Setelah ia ingin mengubur dalam-dalam masa lalunya yang menyayat hati.

Dengan bantuan sahabatnya, Lintang Manik Woro dan Hidayat Jati akhirnya masalah Wigati sedikit redam. Namun, bagaimana tentang Lintang Manik Woro atau yang lebih akrab disapa Manik?
Baca juga: Novel JPN Khilma Anis

Siapakah Kang Hidayat Jati tersebut?

Lalu, bagaimana kelanjutan dari kisah Wigati, Manik, dan Kang Jati?

Silakan untuk memesan novel Wigati pada agen resmi terdekat di daerah Anda. Insya Allah di tiap daerah ada agen resminya.

Kalau masih bingung dimana cara pemesanannya, tinggal buka fb dan mengetik nama Khilma Anis. Itu adalah akun facebook resmi milik Khilma Anis.

Ada cerita mistis tentang keris yang semakin membuat pembaca penasaran akan kelanjutan ceritanya. Ini cocok banget bagi kalian yang ingin memperdalam ilmu tentang budaya Jawa. Sekaligus pembelajaran mendasar bagi kalian yang sebelumnya belum tahu tentang keris serta beberapa tokoh wayang.

Buku ini bisa dijadikan referensi bacaan (mengikuti jejak Ning Khilma Anis) sampai mengetahui sumber-sumber buku tentang wayang Jawa. Karena di halaman belakang buku terdapat beberapa buku acuan yang dipakai penulis dalam menulis novel Wigati ini.

Selain itu, penulis juga memaparkan tentang keadaan di sebuah pondok pesantren. Mulai dari kegiatan harian, peraturan, tata krama terhadap kiai, hingga kepada teman seusianya. Hal ini tentunya membuka cakrawala pembaca mengenai dunia pesantren.

Meskipun cerita dalam novel ini nggak mbosenin, tapi ada sedikit kesalahan penulisan yang bikin mata agak risih. Salah satunya di halaman ke-113. Di situ terdapat kata yang seharusnya dipisah, karena menunjukkan kata tempat ( di kalangan ). Kayaknya yang di Wigati kesalahannya lebih banyak daripada di novel Hati Suhita.
Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari novel ini, di antaranya ialah:
Mengajari kita agar tetap semangat menjalani hidup di tengah pahitnya masalah yang dihadapi. Wigati yang diterpa masalah pelik kehidupan hingga Manik yang dihadapkan dengan masalah hati. Akankah mereka tetap bisa menjalani hidup seperti teman di sekitarnya? Ah, tak akan kuceritakan di sini. Langsung order novelnya saja yah .

“Serapi apa pun manusia menyusun rencana, masih ada Gusti Allah yang noto” kira-kira begitu yang aku ingat betul dari ucapannya kang Jati kepada Manik. Eits... ada apa di antara mereka?

Ok. Kalau ada kata-kataku yang kurang tepat, mohon sekiranya pembaca yang budiman untuk mengingatkan di kolom komentar.

Semoga bermanfaat.

Jangan lupa diorder novel karya Khilma Anis ya man, teman...

Cukup sekian dan terima gaji.

Post a Comment

0 Comments